BerandaBid HumasPolda Babel Adakan Program Perumahan Bagi Polisi Muda

Polda Babel Adakan Program Perumahan Bagi Polisi Muda

Polda Bangka Belitung, Bidang Hubungan Masyarakat,- Polda Kepulauan Bangka Belitung memberikan program perumahan untuk polisi muda atau bintara remaja yang baru berdinas.

Dengan adanya perumahan senantiasa untuk dapat mensejahterakan anggota dalam memenuhi kebutuhan di masa mendatang.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Babel, Kombes Pol Philemon Ginting mengatakan, untuk perumahan atau asrama Polri di Babel sejauh ini masih terbatas.

“Perumahan memang masih kekurangan, karena perumahan cenderung untuk asrama Polri. Jumlahnya terbatas, tetapi untuk rumah pribadi, karena anggota kita ini banyak asli Bangka mereka cenderung memiliki lahan sendiri atau milik keluarga. Jadi bangun sendiri,” kata Philemon, Selasa (13/12/22).

Pihaknya terus berusaha untuk mensosialisasikan ke personel melalui perumahan yang dapat dimiliki melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Tujuannya ini untuk kesejahteraan personil, jangan sampai membeli sesuatu sifatnya yang konsumtif.

“Untuk perumahan dekat Polda disiapkan nanti mungkin ada kerjasamanya. Kita upaya mereka KPR kalau masih di bawah harga Rp 166  juta upayakan subsidi dapat kredit memudahkan dan murah. Tujuan sebenarnya untuk kesejahteraan personel, jangan hanya membeli yang konsumtif, rumah ini untuk jangka panjang tempat tinggal hingga punya keluarga anak,” ujarnya.

Lanjut dia, kepemilikan rumah dari program yang dilakukan Polda Babel lebih untuk mewujudkan kesejahteraan, sehingga tidak ada paksaan dan sanksi.

“Tidak ada bahasa wajib, siapa mau, makanya kita berikan alternatif yang mau atau berkenan. Kalau kita kerjasama sekarang ada penyedia atau developer. Untuk lokasi ada dua daerah Air Itam Perumahan Bhayangkara. Apabila mereka punya pemikiran ke depan mereka ambil ada kerjasama dengan dua developer,” katanya.

Ia menambahkan, untuk kepemilikan rumah diharapkan dapat dimiliki oleh setiap personel polisi muda atau bintara remaja yang baru berdinas.

“Ini untuk kesejahteraan mereka, apabila sudah ada rumah, kalau cocok mereka ambil. Mereka masih bujangan untuk masa depan. Apabila mereka mampu dengan angsuran yang murah dan terjangkau,” ujarnya.

“Personel baru lulus harus punya pandangan ke sana hanya me.bantu orang tua, memang bagus. Jangan beli barang non primer, motor handphone, beli barang konsumtif. Tetapi beli rumah itu masa depan. Sebetulnya sosialisasi kita lakukan untuk menggugah pemikiran mereka. Pada saat tergugah silakan kalau tidak ya jangan,” ucapnya.

Berita Lainnya